Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahi robbil 'alamin, wabihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin, wa'a...
Alhamdulillahi robbil 'alamin, wabihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin, wa'ala alihi washahbihi ajma'in. Amma ba'du.
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang dirahmati Allah,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW.
Hadirin yang saya hormati,
Di antara malam-malam di bulan Ramadan, ada satu malam yang sangat istimewa, yaitu Malam Lailatulqadar. Allah SWT menegaskan keutamaannya dalam Al-Qur'an, bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Ibadah yang kita lakukan di malam itu nilainya melampaui amal kebaikan yang dilakukan selama lebih dari 83 tahun.
Malam Lailatulqadar juga merupakan malam diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi membawa kedamaian, keberkahan, dan ampunan bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh beribadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan sisa malam di bulan Ramadan ini, khususnya pada sepuluh malam terakhir, dengan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, serta memanjatkan doa. Sebagaimana ajaran Rasulullah SAW, salah satu doa yang dianjurkan untuk kita baca adalah:
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
(Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
Moga-moga Allah SWT berkenan mempertemukan kita dengan Malam Lailatulqadar dan menerima seluruh amal ibadah kita.
Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Tidak ada komentar